Kejadian ini nyata kualami yang berlangsungantara aku dan kakak sepupuku yang mempunyai nama kak Lina. berbasickanku kak Lina orangnya amat cantik dan seksi. Waktu itu aku tetap duduk dibangku SMA kelas 1, di mana waktu itu aku tetap terlihat amat polos. Sedikit aku ceritakan tentang diriku. Aku mempunyai tubuh kekar, TB 165cm, kulit sawo matang muka pas-pasan. akan tetapi kak Lina orangnya cantik, putih, body langsing ditambah lagi lesung pipinya yang bikin semakin terlihat manis.

Pada waktu itu sedang liburan sekolah. Aku dan Famili berlibur di kampung halaman yang berada di Sumut tepatnya di kota PS. ini ialah liburan yang kesekian kalinya di PS. layaknya umumnya kalo hingga di kota tersebut kami dijemput sama paman dan bibik yang nasib baik tinggal di kota tsb dan umumnya kami akan bermalam dulu di Tempat Tinggal mereka baru nanti menuju ke desa nenekku yang jaraknya tetap 2jam dari kota PS.

Aku amat gembira kalo diajak bermalam di Tempat Tinggal mereka disebabkan Tempat Tinggalnya amat mewah. Sekilas tentang Famili pamanku, mereka berdua ialah seorang entrepreneur yang berhasil. Mereka mempunyai seorang anak yang sudah belajar dari kampus orang itu yang kusebut kak Lina.

SeDatangnya di Tempat Tinggal pamanku, aku agak kecewa disebabkan di Tempat Tinggal tak ada siapa-siapa, nasib baik kak Lina sedang di universitas yang jaraknya lumayan jauh Tempat Tinggal bibi. sesungguhnya aku amat kangen sekali sama kak Lina. Tapi untungnya aku lagi hoki, Datang-Datang bibiku menelpon kak Lina dan katakan kali kami lagi berada di Tempat Tinggal mereka. Spontan kak Lina kaget disebabkan yg terlebih dahulu ayahku ga ngasih kabar dulu kalo mau pulkam. Mendengar itu kak Lina langsung katakan kalo dia akan pulang ke Tempat Tinggal hari itu juga. nasib baik kami tadi nyampe di Tempat Tinggal bibiku pukul 6 pagi jadi tetap bisa ketemu sama kak Lina pada hari itu juga.

Tak sabar aku untuk langsung bertermu kak Lina. sembari menanti Datangnyanya aku langsung mandi dan bersih-bersih dulu supaya terlihat fresh dan tampan. Selesai mandi aku ketiduran sekitar nyaris jam 2 siang Datang-Datang ada yang membangunkanku,

“Sek..dek bangun donk udah siang makan dulu yuks kamu ga kangen apa sama kakak?”

Kaget setangah mati aku dibikinnya, terbukti yang membangunkanku ialah kak Lina, spontan aku langsung bangun sembari mengusap-usap mukaku yang sembab.

Lina : “Cuci muka dulu sana” kata kak Lina.
Aku : “iya kak…kapan kakak datang?” kataku.
Lina : “Udah sekitar satu jam yang lalu” jawabnya.

Sesudah cuci muka aku kembali ke tempat tidur dan berkata kak Lina
Aku : “Emang belajar dari kampusnya ga libur ya kak?”
Lina : “Libur sih dek, tapi kakak tetap ada kegiatan. Berhubung kakak tau kamu sama paman datang jadi kakak bela-belain pulag deh”
Aku : “itu baru baru kakakku, jadi aku kan ada yang nemenin main disini…hehehhe…”
Lina : “basic kamu, main terus yang dipikirkan…ya udah yuk kita turun makan ”

Aku dan kak Lina turun menuju meja makan.
Aku : “Yang lain pada kemana kak, kog sepi?”
Lina : “Oh mereka lagi pada pergi jalan-jalan, kakak disuruh di Tempat Tinggal untuk nemenin kamu…ya udah kita makan yuk kakak udah laper nih”
Aku : “Selesai makan kita ngapain kak, masak mau tidur lagi bosen donk”
Lina : “bagaimana kalo kita main video game aja”
Aku : “Wah setuju banget kalo gitu”

Kupercepat makanku, selesai makan langsung aku pergi ke depan Tv lalu membongkar video game.
Aku : “Kak, aku main dulu yahh”
Lina : “iya dek, kakak cuci piring dulu ya, kamu bisa nyalain video game nya kan?”
Aku : “iya kak bisa”

waktu aku mau nyalakan Tv Datang-Datang listrike mati. Sial umpatku dalam hati.

Aku : “Kak mati listrik ya?”
Lina : “Ga tau dek, biar kakak cek dulu”
Kak Lina pun langsung melihat metersan listrik terbukti benar listriknya mati.

Lina : “iya dek mati listriknya…yeaaah kamu ga jadi ngegame donk”
Aku : “Payah”
Lina : “Ya udah sabar aja mungkin bentar lagi nyala”

Aku pun lantas kembali ke lantai atas untuk tidur lagi muka kecewa. lantas kak Lina mengnyarisiku. Dia membujukku agar aku mau menemaninya bercakap-cakap. Aku yang sudah terlanjur kecewa menjadi penentu untuk tidur. Tak lama lantas bibi dan orangtuaku datang dari jalan-jalan. Akupun langsung turun mengadakan perjumpaan mereka.

Singkat cerita hari sudah mendekati malam kami seluruh bersiap untuk makan malam. Kak Lina dipanggil disuruh untuk Siapkan makanannya. Seturunnya kak Lina dari lantai atas dia melihat untuk menginginkanku seakan ada sesuatu yang ingin dia hinggakan. Selesai makan kami bercakap-cakap di ruang tamu, lalu ayahku menyuruh kak Lina untuk mengajariku bhs inggris disebabkan kak Lina amat pandai bhs inggris.

awalannya aku menangkisnya disebabkan bosanlah belajar terus pikirku. Tapi mengingat ada sesuatu yang kayaknya akan dihinggakan kak Lina ke aku selanjutnya aku bersedia. Kami belajar di kamar kak Lina, kami belajar tanpa ada obrolan yang lain bahkan kak Lina tidak menunjukan akan berbicara sesuatu padaku. Kog kak Lina jadi aneh ya sama aku kataku dalam hati, tapi ah bodo amat pikirku.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam, aku memohon kak Lina untuk menyudahi belajarnya.

Aku : “Belajarnya udahan ya kak, aku mau ngegame nih tadi siang kan mati lampu lagian besuk aku juga udah ke Tempat Tinggal nenek ga bisa ngegame lagi.
Lina : “Ya udah sana kakak juga mau mandi dulu”
Aku : “Makasih kak” sembari berlalu menuju ruang Famili.

Saking asyiknya ngegame terbukti sudah jam 11 malam, yang lain udah pada tidur tatkala aku tetap asyik sama video gameku. Lagi asyik-asyiknya main Datang-Datang kak Lina keluar dari kamarnya dia berjalan menuju dapar. Kusempatin untuk melihat untuk menginginkan kak Lina yang cuma pakai daster pendek. Terlihat amat seksi sekali. Kak Lina memasak mie instan terlihatnya dia kelaparan. tapi aku pura-pura tek memhiraukankannya.

Selang beberapa menit kak Lina datang mengnyarisiku sembari membawa 2 mangkok mie instan yang dibikinnya tadi dan perbincangan pun diawali,

Lina : “Nih dek, kakak buatin mie pasti kamu laper kan dari tadi ngegame aja”
Aku : “Makasih kak”
Lina : “Kamu kog belum ngantuk sih dek”
Aku : “iya kak kan tadi siang aku tidur terus jadi jam segini ya belum ngantuk”
Lina : “Tapi ingat waktu juga donk”
Aku : “Terus kakak sendiri kog belum tidur juga?”
Lina : “Hehehe sebenernya kakak habis liat film yang seperti ituan”
Aku : “Film porno maksudnya?”
Lina : “iya”

Aku pun terdiam sembari makan mie instan. nasib baik waktu itu kak Lina duduk dikursi sedang aku duduk lesehan. Duduk kak Lina agak ngangkang jadi tampak jelas di depan mataku isi selakangannya. Paha putih mulus dan ditumbuhi bulu-bulu halus, hingga maksimum aku melihat yang bikinku penasaran. Nampak olehku kak Lina memakai CD mempunyai warna hitam.
Pikiraku jadi kemana-mana memikirkan film porno yang pernah aku liat. Entah setan mana yang merasuki pikiranku.
Dan lantas kak Lina menyadari kalo aku melihat untuk menginginkan kearah selakangnya lalu dia membuat jadi rapat duduknya.

Lina : “Makannya udah, sini mangkuknya biar kakak cuci sekalian”
Aku : “Su…sudah kak” (jawabku gagap disebabkan malu ketahuan mengintip isi selakangannya)

Lalu aku mematikan video gamenya dan langsung menuju ruang tamu. Aku mempunyai niat untuk tidur di ruang tamu yang sepi sembari memikirkan isi selakangannya kak Lina. Tapi lantas kak Lina mengnyarisiku.

Lina : “Kog tidur disini dek?”
Aku : “iya kak disini adem”
Lina : “Oya kakak mau nunjukin kamu sesuatu tunggu sebentar ya”
(Aku jadi penasaran) tak lama lantas kak Lina kembali ke ruang tamu.
Lina : “Ni dek coba kamu liat.
Aku : “Kog ditunjukin sama aku kak” (kak Lina menunjukan photo gambar orang berpasangan sedang ciuman mesra)
Lina : “Kamu udah pernah ciuman belum? oya kamu udah punya pacar?”
Aku : “pacar sih punya kak tapi belum pernah ciuman, ga berani takut digampar…hahaha…emang kakak udah pernah?”
Lina : “Udah tapi udah lama banget waktu itu sama pacarku tapi sekarang kakak lagi jomblo 5 bulan dek jadi ga pernah ciuman lagi”
Aku : “Emang pacaran harus ciuman ya kak?”
Lina : “Ga harus sih tapi cwe itu seneng kalo cium sama pacarnya”
Aku : “Masak sih kak, jadi aku harus nyium cweku gitu?”
Lina : “iya donk biar dia seneng, tapi kamu udah tau caranya belum?”
Aku : “Belum kak, kan belum pernah”
Lina : “Mau kakak ajarin?”
Aku : “Ga ah masa sih diajarin sama kakak sendiri ga enaklah entar kalo ketahuan ortu bisa gawat”
Lina : “Halah kamu sok jual mahal dek sesungguhnya kakak tau kalo kamu pengen banget lagian tadi kamu ngintipin paha kakak kan?”
Aku : “Hehhe…iya maaf kak”
Lina : “Udah gapapa, bagaimana nih mau ga kakak ajarin”
Aku : “iya deh”

Kak Lina langsung mendekatkan mukanya dan mengecupi bibirku. Perlahan-lahan dia membongkar sedikit bibirnya membiarkan mulutku masuk didalam mulutnya lalu dia mengulurkan lidahnya memainkan lidahku. Spontan kupegang kepala kak Lina lalu kulumat habis mulut dan lidahnya sehingga mulut kami saling berpaut. Cukup lama kita berciuman, kak Lina memelukku membiarkan dwujudnya tersentuh tubuhku.

lantas kubaringkan tubuh kak Lina di sofa, aku mulai meremas ke-2 toketnya terbukti kak Lina membiarkan toketnya kuremas-remas. Aksiku kulanjutkan menarik keatas dasternya dan melepaskan BHnya. Baru kini aku melihat langsung toket dan puting umumnya aku cuma melihat di layar kaca. Kudengar nafas kak Lina sudah mulai tak beraturan, lalu aku memberanikan diri untuk melakukan hisapan putingnya bertukaran. Nafas kak Lina pun semakijn tak beraturan. Kucoba melumat kemabli bibirnya, sembari kuraba memeknya yang terbukti sudah amat basah. Ditariknya kembali tanganku, lalu menyodorkan kembali putingnya untuk kuhisap.

Lina : “Aaaahhh..pelan-pelan dek…”

Kak Lina melakukan desahan sembari tanganya meraba kontolku yang sudah menegang dari luar celana. Menyadari aku udah ngaceng lantas kak Lina mengajakku untuk ke kamar mandi. Sehingganya di dalam kamar mandi kak Lina langsung melucuti seluruh pakaianku, lantas kak Lina berjongkok dan melakukan jilatani batang kontolku. Dilumatnya dan disedot-sedot kontolku ganasnya. Mendapat perlakuan layaknya itu aku cuma bisa melakukan desahan mikmat.

sesudah selesai bermain kontolku lantas kak Lina berdiri lakukan belaankangiku dia melakukan pengambilan posisi nungging.

Lina : “Ayo dek Sorong memek kakak dari belakang”

Pinta kak Lina muka penuh nafsu. Aku yang juga udah ga tahan langsung saja membidikkan kontolku ke lubang memeknya dari belakang. “Bleeesss…” seluruh batang kontolku tertelan di dalam lubang memek kak Lina.

Lina : “Aahhhh…Sorong yang kenceng dek nikmat sekali dek kontolmu…aahhh…”

Tanpa menanti diperintah lagi lantas Soronganku semakin kupercepat, kak Lina melakukan desahan tak beraturan.

Lina : “Ooohhh…ayo terus dek kakak mau keluaaarrr….”
Aku : “Tahan sebentar kak, kita keluar bareng yaaa…aahhh… keluarin di mana kak…”
Lina : “Diluar aja dek keluarin di mulut kakak aja….”

manakala lantas tubuh kami mengejang dan lakukan getaran. Kutarik keluar kontolku akan tetapi kak Lina langsung berjongkok di depanku. Mengulum kepala kontolku sembari mengcocok batang kontolku…”Crooot…crooot…crooott” seluruh spermaku menyembur keluar di mulut dan di depan kak Lina, sebagian ada yang dia telan. Kak Lina melakuakan pembersihan sisa spermaku lidahnya.

Aku lalu memakai pakaianku kembali akan tetapi kak Lina berjalan telanjang ke sofa untuk melakukan pengambilan dan memakai bajunya. Kak Lina langsung menuju ke kamarnya sedang aku tidur di sofa hingga pagi.

Akhir cerita paginya aku dan ortuku pergi ke Tempat Tinggal nenek. Kak Lina pun kembali berangkat ke universitasnya.

Selesai.